SERTIJAB 07-09 MARET 2010

KASAD LANTIK BRIGJEN TNI RAHMAT BUDIYANTO SEBAGAI PANGDAM IX/UDAYANA
9 April 2010
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta melantik Brigadir Jenderal TNI Rahmat Budiyanto sebagai Panglima Kodam IX/Udayana yang baru menggantikan Mayor Jenderal TNI Hotmangaradja Pandjaitan, di lapangan upacara Puputan Badung, Denpasar, Bali, Jumat (9/4).

Mayjen TNI Hotmangaradja Panjaitan selanjutnya mendapat promosi jabatan sebagai Sesmenkopolhukam, sedangkan Brigjen TNI Rahmat Budiyanto sebelumnya menjabat sebagai Kasdam III/Siliwangi.
Kasad menegaskan, Kodam IX/Udayana sebagai salah satu Komando Utama Pembinaan TNI Angkatan Darat dan Komando Utama Operasional TNI mengemban peran, fungsi dan tugas yang sangat strategis.
Sebagai alat negara di bidang pertahanan, Kodam  IX/Udayana dalam menjalankan tugasnya harus berdasarkan kebijakan dan keputusan politik Negara.
“Untuk mengoptimalkan peran itu, Kodam IX/Udayana harus menyelenggarakan pembinaan kesiapan operasional atas segenap jajaran Komandonya guna melaksanakan Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang", kata Kasad.

Peran dan tugas demikian itu, menurut Kasad, semakin mengemuka mengingat wilayah Kodam IX/Udayana merupakan rangkaian pulau-pulau tersebar di wilayah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini yang memiliki berbagai kekhususan baik dari segi geografi, demografi, maupun kondisi sosial masyarakatnya.
Kasad menambahkan, ciri-ciri khusus yang berbasis pada keanekaragaman dan kemajemukan itu  merupakan kekayaan khasanah budaya bangsa dan telah menjadikan wilayah ini sebagai daerah tujuan wisata yang bertaraf internasional.
Kasad mengungkapkan, pengalaman selama ini menunjukkan, sebagai salah satu daya tarik wisata dunia, Pulau Bali dan daerah wisata di sekitarnya menjadi wilayah yang rentan terhadap berbagai tindakan di luar hukum, mulai dari perdagangan obat terlarang hingga kegiatan terorisme berskala besar.
Sementara itu, kata Jasad lagi, bagi masyarakat dunia, stabilitas keamanan wilayah Bali dan sekitarnya merupakan salah satu tolok ukur dari situasi dan kondisi Indonesia secara keseluruhan.

Sebagai wilayah yang berbatasan  darat dengan negara tetangga Timor Leste, Kasad meminta jajaran Kodam IX/Udayana harus meningkatkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah, dengan melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan darat di daerah ini.
Untuk itu, Kasad mengharapkan jajaran Kodam IX/Udayana untuk melakukan upaya penyiapan potensi nasional menjadi kekuatan pertahanan. Pucuk pimpinan Angkatan Darat itu meminta upaya itu dilakukan sesuai dengan sistem pertahanan semesta (Sishanta), melalui  pembinaan teritorial yang bertujuan untuk memantapkan Kemanunggalan TNI-rakyat.
Kasad juga mengharapkan, agar Kemanunggalan TNI - Rakyat merupakan roh yang telah teruji mampu menjadi kekuatan sinergi dalam mengatasi setiap bentuk ancaman yang dapat mengganggu stabilitas.
Oleh karenanya, Kasad menegaskan, Kodam IX/Udayana harus menggalang dan meningkatkan semangat kekeluargaan dan kebersamaan, semangat gotong-royong serta semangat kebangsaan masyarakat yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya di wilayah ini. Sumber http://www.tni.mil.id/

Sertjab Danyon 509 Jember
9 Maret 2010
Kesan sederhana mewarnai serah terima jabatan komandan batalyon 509/9/2 kostrad. Bertempat di lapangan makostrad 509 Jember,acara yang dihadiri beberapa undangan baik dari unsure TNI maupun pemerintah menghadiri serah terima dari Letkol Inf. Asep Djunaedi yang rencananya akan menduduki posisi baru sebagai Komandan satuan pendidikan sekolah dasar kecabangan infantry di Bandung digantikan oleh Letkol Inf. Yudha Fitri yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi ter rem 033/wp Dam I.

Upacara yang berjalan sederhana dan terkesan hikmad ini dipimpin oleh komandan upacara Kapten Inf.Agung Ismail, sedangkan inspektur upacara dipimpin langsung oleh Komandan Brigif 9/2 Kostrad Letkol Inf.Stephanus Tri Mulyono Dalam sambutannya inspektur upacara menjelaskan mutasi jabatan di tubuh TNI adalah hal yang wajar, setiap Anggota TNI diwajibkan menjalankan tugas dengan baik dimanapun berada.
upacara serah terima jabatan selain dilakukan secara formal, juga diisi dengan berbagai atraksi mulai dari tari-tarian yang di ikuti lebih dari dua puluh penari, acara hiburan juga diisi oleh beladiri yang menjadi ciri kas kesatuan ini.(eva)

Sertijab Danrem 011 Lilawangsa
9 Maret 2010
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Hambali Hanafiah (Tengah), Danrem 011 Lila Wangsa yang baru Kolonel Inf. Deni K irawan (kiri) dan Danrem 011 LW yang lama Kolonel Infi Bachtiar S.ip (kanan) salam komando usai sertijab, di lapangan Jenderal Sudirman Lhokseumawe, Propinsi Aceh. Selasa (9/3). Pangdam Iskandar Muda pada upacara sertijab Danrem Lilawangsa mengemukakan, terkait gangguan keamanan Aceh oleh kelompok radikal (teroris) TNI telah melakukan persiapan pasukan dan siap membantu Polisi bila dibutuhkan. (Foto: ANTARA/Rahmad/ed/hp/10)



SERTIJAB 04-06 MARET 2010


SERTIJAB 01-03 MARET 2010


34 Perwira TNI Mutasi Jabatan
Markus Kusnowo, Danseskoad & Jul Effendi Sjarief, Aster Kasad
Keputusan Panglima TNI Nomor : Kep/ 103/ III / 2010  tanggal 1 Maret 2010

Berdasarkan  Keputusan Panglima TNI Nomor : Kep/ 103/ III / 2010  tanggal 1 Maret 2010 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan  dalam jabatan di lingkungan TNI, telah diputuskan 34 orang Perwira TNI melaksanakan mutasi jabatan di jajaran TNI,  yang terdiri dari 7  orang di jajaran Mabes TNI, 7  orang di jajaran TNI AD,  5 orang di jajaran TNI AU,  8 orang di jajaran Kementerian Pertahanan,  1 orang di jajaran Kementerian Polhukam,  2 orang di jajaran BIN, 1 orang di jajaran Lemhannas, 2 orang di jajaran Wantannas dan 1 orang di jajaran Setmil Setneg RI.

Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Lek Ir. Prakoso, menjelaskan dalam mutasi tersebut  tercatat  sebagai  berikut: 9 orang mutasi antar jabatan dalam pangkat yang sama yaitu Mayjen TNI Drs. Hendardji Soepandji, SH, dari Aspam Kasad menjadi Alih Status,  Marsma TNI Maroef Syamsudin MBA, dari Dir Kontra Separatisme Deputi III BIN menjadi Sahli Bid Hankam BIN, Mayjen TNI Bambang Suranto, S.Sos., dari Danseskoad menjadi Koorsahli Panglima TNI, Mayjen TNI Markus Kusnowo dari  Kas Kostrad menjadi Danseskoad.

Marsma TNI  B.  Agus Margono dari Staf Khusus Kasau menjadi Irops Itjen TNI,  Marsma TNI Ir. Bambang Priambodho dari Dirrenprogar Ditjen Renhan Kementerian Pertahanan menjadi Dirrenbanghan Ditjen Renhan Kementerian Pertahanan,  Marsma TNI  Drs. Sugijanto dari Irops Itjen Kementerian Pertahanan menjadi Kapusku Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI dr. Chairunan Hasbullah, MARS., dari Kapusrehab Kementerian Pertahanan menjadi Ka RSPAD Ditkesad, Marsma TNI  F. Sulaksito dari Karo Admin TNI & Polri Setmil Setneg RI menjadi Waaspers Kasau.

12 orang promosi jabatan yaitu  Brigjen TNI Tisna Komara dari Sahli Bid Hankam BIN menjadi Aspam Kasad,  Brigjen TNI Mochamad Fuad Basya dari Waasrenum Panglima TNI menjadi Pa. Sahli Tk. III Bid Hubint Panglima TNI,  Kolonel Cpl Mudjiono, S.E., dari Paban IV/Renprogar  Srenum TNI menjadi Waasrenum Panglima TNI, Brigjen TNI Jul Effendi Sjarief dari Waaster Kasad menjadi Aster Kasad.

Kolonel  Inf Agus Surya Bakti dari Danrem 152/Babullah Kodam XVI/Ptm menjadi Waaster Kasad, Marsma TNI Gunpanadi Waluyo dari Waaspam Kasau menjadi Aspam Kasau,  Kolonel Pnb Heriyanto Rachman  dari Paban II/Hublu Sintel TNI menjadi Waaspam Kasau,  Kolonel Arm Amat Bartono dari Kabagum Setditjen Renhan Kementerian Pertahanan menjadi Dirrenprogar Ditjen Renhan Kementerian Pertahanan, Kolonel Kal Sudjono Saleh dari Kasubditsisnetren  Ditrenbanghan Ditjen Renhan Kementerian Pertahanan menjadi Irops Itjen  Kementerian Pertahanan.

Kolonel Ckm dr Harry Yusmanadi dari Waka  RSPAD Ditkesad menjadi Kapusrehab Kementerian Pertahanan, Kolonel Pnb Herry Wibowo Eslah  dari Dirdik AAU menjadi Bandep Ur. Stranas Setjen Wantannas dan Kolonel Pnb Dwi Djatmiko SB. dari Dostun Gol. IV Seskoau manjadi Karo Admin TNI & Polri Setmil Setneg RI.

13 orang dalam rangka pensiun diantaranya :   Mayjen TNI Drs. Kurdi Mustofa dari Pa Sahli Tk. III Bid Hubint Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD, Mayjen TNI Sularso, S.IP., dari Koorsahli Panglima TNI menjadi  Pati Mabes TNI AD, Mayjen TNI Karsadi dari Aster Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD, Mayjen TNI Bambang Heru Sukmadi, M.Sc., dari Deputi Bid Politik & Strategi Setjen Wantannas menjadi Pati Mabes TNI AD, Mayjen TNI Nanak Purnama, S.E., dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD, Marsda TNI Suryadarma, S.IP., dari TA  Pengajar Bid. Hubint Lemhannas RI menjadi Pati Mabes TNI AU.

Marsda TNI Hariyantoyo, S.IP., dari Aspam Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU, Marsma TNI Saman Hutagaol dari Irops Itjen TNI menjadi Pati Mabes TNI AU, Marsma TNI Antonius Sunaryo, S.Sos., M.M.,  dari Dirrenbanghan Ditjen Renhan Kementerian Pertahanan menjadi Pati Mabes TNI AU dan Brigjen TNI Bahir Alamsyah dari Kapuskodifikasi Kementerian Pertahanan menjadi Pati Mabes TNI AD. (puspen/syamsir)

SERTIJAB 28 PEBRUARI 2010

SERTIJAB 25-27 PEBRUARI 2010


SERTIJAB 22-24 PEBRUARI 2009

SERTIJAB 19-21 PEBRUARI 2010

SERTIJAB 16-18 PEBRUARI 2010

PANGDAM II/SRIWIJAYA PIMPIN SERTIJAB KAAJENDAM II/SRIWIJAYA
18 Pebruari 2010
Pangdam II/Swj Mayor Jenderal TNI Mochammad Sochib, S.E., M.BA., bertindak selaku Irup pada upacara serah tarima jabatan Kaajendam II/Swj, dari pejabat lama Kolonel Caj (K) Maryama Bustam, S.IP., M.M., kepada pejabat baru Letnan Kolonel Caj Firman Aidil, 18 Februari 2010, bertempat di Makodam II/Swj.
Pangdam dalam amanatnya mengatakan bahwa pergantian pejabat dan mutasi personel di lingkungan TNI AD, merupakan realisasi dari kebijakan pimpinan TNI AD dalam rangka regenerasi dan menjawab tuntutan kebutuhan organisasi guna mengoptimalkan kemampuan satuan dalam mendukung tugas pokok TNI AD, khususnya Kodam II/Swj.Lebih lanjut Pangdam mengatakan, dikaitkan dengan satuan Ajudan Jenderal yang menangani administrasi penerimaan, pembinaan karier, perawatan dan pemisahan prajurit serta PNS TNI AD tidak dapat dipungkiri bahwa dengan perkembangan lingkungan yang sangat dinamis sekarang ini, suka atau tidak suka akan berpengaruh terhadap personel-personel yang mengawaki satuan, baik itu pengaruh positif maupun negatif.

Pengaruh positif, seperti kemajuan teknologi informasi dengan segala peluang dan kemudahan yang dijanjikan, dapat membantu untuk menyederhanakan, memudahkan, mengefektifkan dan mengefisienkan pelaksanaan tugas dan pekerjaan satuan atau organisasi. Sedangkan pengaruh negatif seperti pola hidup konsumtif atau konsumerisme dapat merusak satuan dan bahkan merusak citra TNI Angkatan Darat. Pengaruh negatif tersebut perlu dieliminir agar tidak meracuni para prajurit dan PNS kita, sehingga tugas-tugas keajenan seperti kegiatan penerimaan prajurit dan PNS, kegiatan seleksi untuk pendidikan, usul pangkat dan jabatan, pemisahan dan lain-lain bisa dimaksimalkan dan terhindar dari penyimpangan atau penyelewengan. Penyimpangan yang berkaitan dengan penerimaan Prajurit dan PNS merupakan tindakan dan perbuatan yang dapat melemahkan TNI Angkatan Darat secara sistematis dari dalam. Hal itu harus dicegah sedini mungkin dan setiap Pimpinan Satuan harus bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya tindakan dan perbuatan buruk itu di satuannya masing-masing, ujar Pangdam.
Hadir dalam upacara tersebut yaitu, Kasdam II/Swj, Danrem 044/Gapo, Irdam, Para Asisten Kasdam II/Swj dan Para Dan/Ka Balak Dam II/Swj. (Pendam 2/Dispenad) sumber http://www.tniad.mil.id

JABATAN PANGLIMA KOSTRAD DISERAHTERIMAKAN 
17 Pebruari 2010
Jabatan Pangkostrad yang selama ini dirangkap oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat, pada hari ini, Rabu (17/2) tugas dan tanggungjawab jabatan tersebut telah diserahkan dari Jenderal TNI George Toisutta kepada Letnan Jenderal TNI Burhanudin Amin.

Penyerahan tugas dan tanggungjawab jabatan yang dilaksanakan di Lapangan Markas Divisi-1 Kostrad, Cilodong tersebut merupakan hal yang biasa terjadi di lingkungan organisasi militer modern, seperti halnya TNI Angkatan Darat. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan yang ditujukan bagi kepentingan peningkatan kinerja organisasi dan pengembangan kemampuan para perwira dalam dimensi kepemimpinan, manajerial, dan profesionalisme keprajuritan, dalam upaya mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Darat, kata Kasad.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat dalam amanatnya mengatakan, hal ini merupakan suatu kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh pimpinan TNI dan TNI Angkatan Darat, dan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Saya yakin, dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman jabatan sebelumnya serta semangat pengabdian yang tinggi serta dilandasi penghayatan yang mendalam terhadap makna sesanti : Yudha Nirbaya Bhakti yang berarti pengabdian terhadap bangsa dan negara sebagai penegak dan pengaman untuk menuju kepada cita-cita rakyat, bangsa dan negara, Letnan Jenderal TNI Burhanudin Amin akan mampu memimpin Kostrad, satuan kebanggaan bangsa Indonesia.

pejabat lama dan baru pangkostrad, bercengkrama asyik dengan Jenderal Ryamizard RC. ( foto antara )

Kostrad sebagai Kotama Pembinaan Angkatan Darat dan sekaligus sebagai Kotama Operasional TNI, memiliki tugas pokok membina kesiapan operasional segenap jajaran komandonya untuk dihadapkan kepada kemungkinan penggunaannya pada operasi tingkat strategis. Seiring dengan perkembangan lingkungan strategis yang bergerak sangat cepat, maka dipastikan pelaksanaan tugas pokok Kostrad ke depan akan semakin berat dan kompleks. 

( foto antara ) Oleh sebab itu, prajurit dari pangkat terendah sampai tertinggi dalam satuan Kostrad dituntut untuk memiliki mobilitas tinggi, mampu bereaksi cepat sebagai satuan penangkal yang handal untuk digerakkan ke seluruh wilayah nusantara, serta tanggap terhadap segala bentuk dan jenis ancaman yang muncul.
Semuanya ini merupakan jaminan yang tinggi bagi keberhasilan untuk menghadapi dan mengatasi berbagai bentuk ancaman terhadap integritas dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Untuk itu, pemantapan jiwa juang dan profesionalisme keprajuritan yang merupakan proses pembentukan tanpa akhir hendaknya senantiasa terus dilakukan dan ditingkatkan.
Untuk mampu memantapkan semangat dan jiwa juang serta profesionalisme keprajuritan, diperlukan landasan spiritual yang kokoh dan pemahaman yang dalam terhadap jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional yang professional. Oleh karenanya, setiap prajurit Kostrad harus dapat bersikap dan bertindak secara benar dan tepat sesuai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI.
Acara tersebut dihadiri oleh para pejabat tinggi di jajaran TNI dan Polri, para sesepuh, Para prajurit di jajaran Kostrad, Ketua Umum dan para Pengurus Pusat serta Warga Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Gabungan Kostrad. (Dispenad) sumber http://www.tniad.mil.id

DANREM 161/WIRA SAKTI PIMPIN SERTIJAB DANDIM 1618/TIMOR TENGAH UTARA 
17 Pebruari 2010
Komandan Korem 161/WS Kolonel Inf Dody Usodo Hargo bertindak selaku inspektur upacara pada serah terima jabatan Komandan Kodim 1618/TTU pada Rabu (17/2) yang bertempat di Makorem 161/WS Kupang.
Para pejabat yang hadir dalam acara tersebut Kepala Staf beserta para Kasi Korem, Dandim 1604/Kupang, Dandim 1605/Belu, Dandim 1621/TTS, Danyonif 743/PSY, Danyonif 744/SYB, Dan/Ka/Pa Sat Jajaran Korem 161/WS, Ketua beserta Pengurus Persit KCK Koorcab Korem 161 PD IX/Udayana serta undangan lainnya.

Jabatan Komandan Kodim 1618/TTU diserahterimakan dari Letkol Inf Drs. H.M. Sinaga yang selanjutnya akan menduduki jabatan baru sebagai Kabagjianbang Rindam IX/Udayana Tabanan Bali kepada Letkol Inf Taufik Hanafi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasiop Korem 061/Surya Kencana Bogor Kodam III/Siliwangi.

Serah terima atau pergantian jabatan dalam organisasi di lingkungan Korem 161/Wira Sakti merupakan hal yang biasa terjadi dan rutin dilaksanakan. Pergantian jabatan adalah upaya pembinaan dan pengkaderan personel dari Komando atas dengan tujuan sebagai regenerasi guna peningkatan dan pengembangan karier prajurit yang tidak terpisahkan dari mekanisme dan prosedur institusi TNI AD, demi pencapaian tugas pokok satuan yang lebih berhasil dan berdaya guna, serta memberikan suasana kerja yang baru bagi pejabat dan satuan tersebut.

Berbagai keberhasilan yang telah dirintis dan dibangun pejabat lama selama kurang lebih tiga tahun hendaknya dapat diteruskan dan di tingkatkan pada masa mendatang khususnya dalam menjalin komunikasi dengan berbagai elemen yang ada di Kabupaten TTU dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, hal tersebut disampaikan Danrem 161/WS saat memberikan amanatnya.
Oleh karenannya kepada Letkol Inf Drs. H.M. Sinaga beserta isteri, atas nama Komando dan Ketua Persit KCK Koorcab Korem 161 PD IX/Udayana menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian yang telah dilaksanakan selama memimpin kodim 1618/TTU, pimpinan akan mencatat prestasi dan hasil karya yang saudara tunjukan selama ini sebagai keberhasilan yang membanggakan dan selamat bertugas ditempat yang baru dengan membawa nama harum Korem 161/Wira Sakti.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Kodim 1618/TTU yang berada di Kabupaten TTU mempunyai wilayah pembinaan seluas 2.670 km² yang terdiri dari 9 kecamatan, 130 desa dan 33 kelurahan, wilayah tersebut menjadi tanggungjawab pembinaannya oleh 6 Koramil sebagai pelaksana kerja Kodim 1618/TTU. Wilayah tersebut ada sebagian berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), sehingga tugas dan tanggung jawab Dandim 1618/TTU cukup berat, khususnya dalam membantu menciptakan kondisi keamanan didaerah perbatasan RI – RDTL.
Sehingga kepada pejabat baru Dandim 1618/TTU, Letkol Inf Taufik Hanafi beserta isteri, saya ucapkan “Selamat dan Sukses“ atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan komando atas kepada saudara untuk memangku jabatan sebagai Komandan Kodim 1618/TTU, satuan teritorial jajaran Korem 161/Wira Sakti, disertai harapan kehadiran saudara akan membawa suasana baru, semangat kerja baru yang lebih harmonis dan lebih luwes bagi keberhasilan tugas pokok kodim 1618/TTU.

Hal lain yang menjadi perhatian, adalah bagaimana menggugah dan menumbuhkan kesadaran masyarakat di wilayah kodim ttu untuk mampu hidup dalam satu pemahaman wawasan kebangsaan nkri, serta senantiasa menjadi panutan positif guna memotivasi masyarakat untuk merasa memiliki, mencintai dan membangun daerahnya sendiri. Dengan demikian maka akan terwujud situasi kondusif didalam wilayah teritorial masing-masing. Karena hanya dengan kondisi wilayah yang kondusif, masyarakat akan dapat menjalankan kehidupannya dengan aman, tentram dan sejahtera hal ini juga dapat mewujudkan masyarakat mandiri dan berkualitas sehingga menjadi aset berharga dalam pembangunan bangsa dan negara dan daerahnya.
Jalin kerjasama yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada di TTU, juga turut memberikan dukungan dan perhatian terhadap pelaksanaan tugas pasukan pengamanan perbatasan RI - RDTL, khususnya, pembinaan disiplin serta kesejahteraan moril maupun materil yang dibutuhkan para prajurit pamtas serta perkembangan sikap para prajurit nya selama melaksanankan tugas, mengawasi interaksi sosial di tengah masyarakat. Hal ini penting dilaksanakan karena untuk membantu mengantisipasi berbagai tindakan sikap indisipliner dan pelanggaran hukum oleh para prajurit pamtas dalam wilayah tanggungjawab kodim 1618/TTU demikian Danrem 161/WS mengakhiri amanatnya. (Penrem 161/Dispenad) sumber http://www.tniad.mil.id

BATALYON INFANTERI MEKANIS 201/JAYA YUDHA KODAM JAYA/JAYAKARTA DIRESMIKAN KASAD 
17 Pebruari 2010
Komandan Brigade Infanteri 1 Pengamanan Ibukota/Jaya Sakti Kolonel Inf Joni Supriyanto bertindak sebagai Komandan Upacara pada Upacara Likuidasi Batalyon Infanteri 201/Jaya Yudha dan peresmian Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha bertempat di lapangan upacara Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha Jl. Raya Bogor Km. 26 Gandaria Jakarta Timur, Rabu (17/2).

Bertindak sebagai Inspektur upacara pada upacara likuidasi Batalyon Infanteri 201/Jaya Yudha dan peresmian Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta. Hadir dalam upacara tersebut Wakil Kepala Staf Angkatan darat Letnan Jenderal TNI Johanes Suryo Prabowo, Wakil Komandan Komando Pendidikan dan Latihan, Danjen Kopassus, Irjenad, Danpussenif, para Asisten Kasad, para Kabalakpus, Pangdam Jaya, Kasdam Jaya dan undangan lainnya.
Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha merupakan batalyon mekanis pertama dibentuk di jajaran TNI AD yang berkedudukan di Jln. Aya Bogor Km 26 Gandaria Jakarta Timur. Sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha Letnan Kolonel Inf Muhamad Muchidin. Batalyon ini dibentuk sesuai dengan kebutuhan bagi satuan TNI Angkatan Darat dalam pelaksanaan tugas kedepan. Adapun tugas pokok dari Batalyon ini adalah untuk melaksanakan pertempuran jarak dekat di darat dengan menggunakan kendaraan tempur angkut lapis baja guna mencari, mendekati, menghancurkan dan menawan musuh serta merebut, menguasai dan mempertahankan medan baik berdiri sendiri maupun dalam hubungan yang lebih besar dalam rangka mendukung tugas pokok Brigade Infanteri ataupun Komando Utama (Kotama). Satuan ini berada di bawah jajaran Satuan Brigade Infanteri 1 Pengamanan Ibukota/Jaya Sakti Kodam Jaya.

Pada peresmian Batalyon tersebut Kepala Staf Angkatan Darat menyampaikan, bahwa Batalyon ini dibentuk untuk menghadapi tugas kedepan yang penuh dengan dinamika, satuan ini merupakan satuan mekanis satu-satunya saat ini yang dibentuk. Para prajurit batalyon ini mempunyai tugas dan tanggung jawab yang lebih berat dibanding sebelumnya, oleh sebab itu kalian para prajurit batalyon mekanis harus lebih baik dan disiplin untuk melaksanakan setiap tugas dan dalam kehidupan keprajuritan.
Persemian Batalyon ditandai dengan penutupan lambang satuan Batalyon Infanteri 201/Jaya Yudha dan pembukaan selubung lambang satuan Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha oleh Kepala Staf Angkatan Darat dan dilanjutkan pernyataan likuidasi dan peresmian Batalyon. Perbedaan antara Batalyon Infanteri dengan Batalyon Infanteri Mekanis terletak pada adanya kendaraan tempur pengangkut personel atau panser dengan jumlah sesuai TOP 82 kendaraan tempur dan jumlah personel batalyon lebih banyak.

Setelah pelaksanaan upacara peresmian, ditampilkan keterampilan para prajurit Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha berupa simulasi pertempuran serangan kota dengan menggunakan halang rintang kendaraan pengangkut personel lapis baja serta dengan penembakan penggunaan munisi tajam terhadap sasaran musuh. Peragaan dlanjutkan dengan bela diri karate, dimana kemampuan bela diri ini para prajurit Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha rata-rata telah ada pada tingkat Dan Satu Karate. (Pendam Jaya/Dispenad) sumber http://www.tniad.mil.id

Letkol Inf Rano Tilaar Danyon 33 Grup 3 Kopassus
16  Februari 2010
Batalyon 33 Grup 3 Kopassus pada hari selasa melaksanakan Upacara Serahterima jabatan Komandan Batalyon 33 Grup 3 Kopassus dari letkol Infanteri Windiyatno kepada Letkol Infanteri Rano Tilaar yang dipimpin langsung oleh Komandan Grup 3 Kopassus Kolonel Infanteri HP Lubis di lapangan Upacara Grup 3 Kopassus, Cijantung (16/2).

Dalam sambutannya Dangrup 3 Kopassus menyampaikan, Alih tugas dan jabatan dalam suatu organisasi merupakan upaya dinamisasi dengan tetap berorientasi pad sinkronisasi kepentingan pembinaan personel.Serahterima jabatan ini merupakan juga bentuk penyegaran kepada personel dan menunjukan bahwa pola pembinaan karir di satuan tersebut berjalan dengan baik.
Sebagai orang nomor satu dijajaran Grup 3 Kopassus, Dangrup 3 Kopassus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Letkol Infanteri Windiyatno dan istri selama memimpin Batalyon 33 semoga dapat dijadikan pengalaman dalam mengemban tugas sebagai Pabandya Binkar Makopassus. Sedangkan kepada Letkol Infanteri Rano Tilaar Dangrup 3 Kopassus menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas di Batalyon 33 Grup 3 Kopassus.

SERTIJAB 13-15 PEBRUARI 2010

SERTIJAB 10-12 PEBRUARI 2010



Sertijab Pangdam I/BB
12 Februari 2010

fhoto.kali/sc
SALAM Komando. Letjen TNI Burhanuddin Amin (Kiri) Kasad TNI Jenderal TNI George Toisutta dan Mayjen TNI M. Noer Muis S.IP (Pangdam I BB)

Mayjen TNI M Noer Muis, S.IP, MSC resmi dilantik menjadi Panglima Kodam I/BB oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI George Toisutta di Lapangan Makodam I/BB, Jln Binjai 7,5 Medan, Jumat (12/2). 
Kepala Penerangan Kodam I/BB, Letkol CAj Asren Nasution menyebutkan, Mayjen TNI M Noer Muis menggantikan Letjen TNI Burhanudin Amin karena diangkat menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Rotasi dan mutasi penugasan Pangdam itu didasarkan pada Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/7/I/2010 yang ditandangani Panglima TNI Djoko Santoso, tertanggal 11 Januari 2010.
Dijelaskan Asren, M Noer Moes merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) angkatan 1976. Dia merupakan putra berdarah minang kelahiran, Kuala Simpang, Naggroe Aceh Darussalam (NAD), 22 Agustus 1953. Kata Asren, sebelum menjabat Pangdam I/BB, sejumlah jabatan penting di jajaran TNI AD pernah dijabat Mayjen TNI M Noer Muis. Diantaranya, Pangdam XVI/Pattimura, Kaskostrad, Pangdivif-1 Kostrad, Kasdam IV/Diponegoro, Kasgartap-I/Jakarta, Pati Ahli Kasad Bidang, Iptek dan Wagub Akmil. Kemudian, dia juga pernah menjabat Pamen Ahli Kasad Bidang Hukum, Pamen Mabesad, Danrem-164/WD DAM-IX/Udayana dan sejumlah jabatan penting lainya.

 Masih kata Asren, Suami Nani Hendrawati dengan dua putri Ayutyas Angraeni dan Lelita Laraswati ini juga pernah menjalani berbagai tugas ke luar negeri, seperti di Irak, Jerman Barat, Australia, Thailand, Rusia dan Malaysia.
Sedangkan Letjen TNI Burhanudin Amin mendapat tugas baru menjadi Pangkostrad. Dia bukanlan orang baru di lingkungan Kostrad. Sebab, Dia pernah menjadi Danyonif 412 Kostrad di Purworejo. Berikutnya, Kasbrig 6/Kostrad di Solo, Waas Intel Kostrad di Jakarta. Kemudian Danbrigif 6 /Kostrad di Solo, Asintel Kostrad di Jakarta, dan Kasdiv 1 Kostrad di Cilodong.
”Pak Burhanudin Amin memang meniti karir militernya di Kostrad. Hal itu sejak Dia berpangkat Letkol hingga Brigjen,” papar Asren.

 Masih kata Asren, sejak Kamis kemarin, Burhanudin Amin resmi menyandang bintang tiga, Letnan Jenderal (Letjen). Kenaikan pangkat satu tingkat itu didasarkan pada Keppres RI No: 04/TNI/2010 tertanggal, 5 Februari 2010 tentang kenaikan pangkat ke/ dalam golongan Pati TNI. ”Berdasarkan Keppres Nomor  4 tahun 2010, maka resmilah Pak Burhanudin Amin menjadi Letnan Jenderal TNI. Dan itu jarang terjadi, sebab biasanya kenaikan pangkat setelah menduduki jabatan baru,” tukas Asren. http://www.sumutcyber.com


MUTASI JABATAN DI JAJARAN TNI
Keputusan Panglima TNI Nomor : Kep/77/II/2010 tanggal 12 Februari 2010
Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor : Kep/77/II/2010 tanggal 12 Februari 2010, telah diputuskan tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI yang terdiri dari : 15 orang di jajaran Mabes TNI, 7 orang di jajaran TNI AD, 27 orang di jajaran TNI AL, 14 orang di jajaran TNI AU, 4 orang di jajaran Kemenhan, 4 orang di jajaran Polhukam, 1 orang di jajaran BIN, 1 orang di jajaran Lemhannas dan 1 orang di jajaran Bais TNI.

Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut : 32 orang mutasi antar jabatan dalam pangkat yang sama diantaranya : Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, M.BA., dari Sekjen Kementerian Pertahanan menjadi Wakil Menteri Pertahanan, Mayjen TNI Nanak Purnama, S.E., dari Pa Sahli Tk. III Bid Polkamnas Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI, Brigjen TNI Supriyadi, S.IP., dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Waaskomlek Panglima TNI, Brigjen TNI Saptadji Siswaya, S.H., dari Irpeg Itjen Kementerian Pertahanan menjadi Karopeg Setjen Kementerian Pertahanan, Laksma TNI Drs. Dadang Irawan, M.A., dari Asdep 5/IV Ur. Kerjasama Pertahanan Kemenko Polhukam menjadi Staf Ahli Bid. Wilayah dan Tata Ruang Nasional Kemenko Polhukam, Laksma TNI Iskandar Sitompul, S.E., dari Kadispenal menjadi Danlantamal III, Laksda TNI Hardiwan, M.D.A., M.M, dari Aslog Kasal menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Rachmad Sanyoto, dari Pa Sahli Tk. II Indag Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Waaslog Kasal, Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman, dari Wadankobangdikal menjadi Pa Sahli Tk. II Indag Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI, Laksda TNI Among Margono, S.E., dari Danseskoal menjadi Pangarmatim, Laksda Didi Setiadi dari Gubernur AAL menjadi Danseskoal, Marsma TNI Hadiyan Suminta A, dari Pangkosek Hanudnas IV menjadi Danlanud Adi dan Marsma TNI Ida Bagus Putu Dunia, dari Danlanud Hnd menjadi Pangkosek Hanudnas IV.

25 orang promosi jabatan diantaranya : Brigjen TNI H. Meiyanto Rachmat, dari Waaskomlek Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid Polkamnas Panglima TNI, Brigjen TNI Sutarno Soepodo, S.H., dari Pa Sahli Tk. II Ekku Bid Ekkudag Panglima TNI menjadi Danpuspomad, Kolonel Inf Muhamad Mashuri, dari Danrem 08-4/Bj Kodam V/Brw menjadi Kaposwil NTB BIN, Laksma TNI Drs. Jhonny Elly Awuy, dari Danlantamal III menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Kawasan Khusus & LH Panglima TNI, Laksma TNI Yamanto dari Waaslog Kasal menjadi Aslog Kasal, Laksma TNI Bambang Suwarto, dari Wadan Seskoal menjadi Gubernur AAL, Kolonel Mar Stuman Panjaitan dari Wadanlantamal VI menjadi Danpasmar II Kormar, Kolonel Laut (P) Edi Andi rawuh dari Asbin Itjenal menjadi Iropslat Itjenal, Kolonel Ctp Sutrisno, dari Wadirtopad menjadi Dirtopal, Marsma TNI Agus Munandar dari Danlanud Adi menjadi Pangkoopsau II, Marsma TNI Ign. Basuki, dari Waasops Kasau menjadi Danseskoau, Kolonel Pnb Agus Supriatna, dari Paban Utama B-3 Dit B Bais TNI menjadi Danlanud Hnd dan Kolonel Pnb Ismono Wijayanto, dari Pamen Sopsau menjadi Danlanud Iwj.

17 orang dalam rangka pensiun diantaranya : Letjen TNI (Mar) Safzen Noerdin, S.IP., dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL, Brigjen TNI Sri Moeljarso, dari Karopeg Setjen Kementerian Pertahanan penjadi Pati Mabes TNI AD, Brigjen TNI Edy Budi Utomo, dari Kaposwil NTB BIN menjadi Pati Mabes TNI AD, Mayjen TNI Subagdja Djiwapradja, dari Danpuspomad menjadi Pati Mabes TNI AD, Brigjen TNI Drs Ismail, S.E, dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD, Brigjen TNI Heroes DN., S.E., dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD, Marsma TNI Djumadi AR, dari Waaspers Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU dan Laksma TNI Djoko Partono, dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL. (Puspen TNI/Dispenad) sumber http://www.tniad.mil.id


DANREM 143/HALU OLEO PIMPIN SERTIJAB DANDIM 1413/BUTON
12 Pebruari 2010
Komandan Korem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Iskandar M.S. selaku Inspertur Upacara pada Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Kodim 1413/Buton hari Jumat pukul 09.00 WITA tanggal 12 Februari 2010.

Serah terima jabatan Komandan Kodim 1413/Buton dari Letnan Kolonel Arm Ganef Suwondo, S.IP., kepada Letnan Kolonel Inf Joni Pardede, S.Sos., dilaksanakan di lapangan Upacara Makodim 1413/Buton Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara.
Upacara Serah terima jabatan tersebut diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Inspektur Upacara dilanjutkan penanggalan tanda jabatan dan Tongkat Komando dari Dandim lama selanjutnya diserahkan kepada Dandim yang baru kemudian penanda tanganan serah terima jabatan yang disaksikan oleh Inspektur Upacara.
Dalam amanat Inspektur Upacara menyampaikan bahwa pergantian jabatan dalam lingkup TNI AD merupakan hal yang biasa dilakukan selain untuk kepentingan organisasi juga merupakan upaya untuk memberikan pengalamam, wawasan berpikir, kematangan dalam melaksanakan tugas dan diharapkan dapat menumbuhkan kesegaran serta semangat yang baru sehingga kinerja satuan dapat ditingkatkan.

Hadir pada upacara serah terima jabatan Komandan Kodim 1413/Buton tersebut adalah Muspida Kota Bau-Bau, Kabupaten Buton, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Bombana serta tokoh Masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan elemen masyarakat Kota Bau-Bau.
Setelah upacara serah terima jabatan Komandan Kodim 1413/Buton dilanjutkan acara serah terima jabatan Ketua Persit Kartika Chandra kirana Cabang Kodim 1413/Buton dari Ny. Ganef Suwondo kepada Ny. Joni Pardede diruang Persit Kodim 1413/Buton dan acara lepas sambut di Aula Makodim 1413/Buton. (Penrem 143/Dispenad) sumber http://www.tniad.mil.id



SERTIJAB 07-09 PEBRUARI 2010


SERTIJAB 04-06 PEBRUARI 2010

SERTIJAB 01-03 PEBRUARI 2010

PANGDAM JAYA/JAYAKARTA PIMPIN SERTIJAB KASDAM JAYA/JAYAKARTA
2 Pebruari 2010
Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal TNI Darpito Pudyastungkoro, S.Ip., M.M., memimpin acara tradisi korps dan serah terima jabatan Kepala Staf Kodam Jaya/Jayakarta bertempat di aula Sudirman Kodam Jaya Jl. Mayjen Sutoyo No. 5 Cililitan Jakarta Timur, Selasa (2/2)

Upacara serah terima jabatan Kasdam Jaya dilaksanakan dari pejabat lama Brigadir Jenderal TNI Moeldoko yang saat ini telah menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad kepada penggantinya Brigadir Jenderal TNI Waris yang sebelumnya menjabat sebagai Perwira Staf Umum Kasad.
Hadir dalam upacara tersebut Kepala Staf Garnisun Tetap I Jakarta Brigadir Jenderal TNI Novianto, Inspektur Kodam Jaya Kolonel Inf AS Kembaren, para Perwira Staf Ahli Pangdam Jaya, Perwira LO AL dan AU, Komandan Korem 051/Wijayakarta dan Korem 052/Wijayakrama, Danrindam Jaya, Asrendam Jaya, para Asisten Kasdam Jaya, para Komandan Satuan dan Kabalak jajaran Kodam Jaya, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Jaya Ny. Tinuk Darpito dan Wakilnya serta para pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya, Ketua Yayasan Kartika Jaya Pusat serta undangan lainnya.

Brigadir Jenderal TNI Waris merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1981 yang bertugas sudah berkeliling di 16 Kotama, merupakan prajurit kelahiran dari sebuah desa di daerah Malang Jawa Timur 53 tahun yang lalu, telah beristri dan dikaruniai 2 orang anak. Jabatan sebelumnya di Staf Umum Kasad.
Dalam amanatnya Pangdam Jaya menyampaikan, bahwa makna hakiki dari serah terima tugas dan tanggungjawab jabatan ini adalah untuk memberi kesempatan bagi pengembangan karier personel, penyegaran organisasi dan tuntutan penugasan yang beragam yang bermuara pada pencapaian kinerja yang semakin baik. Pada tuntutan kinerja yang semakin baik ini kita harus memberi perhatian khusus, sebab inilah satu-satunya jalan untuk merespon era keterbukaan saat ini dengan basis kekuatan informasi teknologi dan komunikasi, yang dapat membantu sekaligus dapat pula merugikan bagi yang tidak cermat memanfaatkannya.

Pangdam mengingatkan bahwa, Kodam Jaya/Jayakarta sebagai kompartemen strategis TNI Angkatan Darat, mengemban tugas yang sangat penting dengan cakupan wilayah meliputi Ibukota Jakarta Raya, sebagian Tanggerang, Depok dan Bekasi merupakan pusat kehidupan politik, keamanan nasional. Oleh karena itu stabilitas keamanan Jakarta dengan segala dimensi dan implikasinya menjadi barometer kondisi keamanan nasional karena setiap gejolak yang muncul di ibukota negara biasanya akan berdampak pada kondisi Stabilitas Nasional.

Lebih jauh Pangdam Jaya menyampaikan, bahwa untuk dapat melaksanakan tugas yang penuh tantangan dan dengan dinamika yang tinggi ini, seluruh prajurit Kodam Jaya harus memiliki motivasi dan kinerja yang tinggi pula. Harus ada kepedulian dan inovasi untuk selalu berprestasi. Bagi prajurit Kodam Jaya harus terpatri bahwa kebanggaan bukan karena kedekatan dengan pimpinan, namun dibangun dan dinilai karena profesionalitas, dedikasi dan prestasi. Tuntutan untuk bekerja dan berbuat yang terbaik itu sangat diperlukan. Kedepan kita menghadapi berbagai tugas dan kegiatan dalam upaya menghadapi dinamika perkembangan Ibukota dan sekitarnya. (Pendam Jaya/Dispenad) sumber http://www.tniad.mil.id


KASAD :
TENTARA TIDAK BERARTI TANPA DUKUNGAN RAKYAT
2 Pebruari 2010
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta menegaskan, warga Kodam XVI/Pattimura agar selalu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Delapan Wajib TNI dalam setiap langkah dan tindakannya. Hindari perbuatan yang mencederai hati rakyat. Bangun terus Kemanunggalan TNI-Rakyat, karena keberadaan tentara tidak berarti apa-apa tanpa dukungan rakyat.
Hal ini disampaikan Kasad ketika memimpin upacara serah terima Jabatan Panglima Kodam XVI/Pattimura dari Mayor Jenderal TNI Muhamad Noer Muis kepada penggantinya Mayor Jenderal TNI Hatta Safrudin di Markas Kodam XVI/Pattimura, Ambon, Selasa, (2/2). Mayor Jenderal TNI Muhamad Noer Muis mendapat tugas baru sebagai Panglima Kodam I/Bukit Barisan di Medan, sedangkan Mayor Jenderal TNI Hatta Safrudin sebelumnya menjabat sebagai Panglima Divisi I/Kostrad.

Menurut Kasad, Kodam XVI/Pattimura mengemban peran, fungsi dan tugas yang sangat strategis, berkaitan dengan pembinaan stabilitas keamanan nasional bagi kelangsungan pembangunan di wilayah. “Hal ini jelas menuntut kerja keras dalam setiap pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawab Kodam. Apalagi bila dihadapkan kepada permasalahan wilayah yang secara demografis sangat heterogen, menuntut pula perhatian yang sungguh-sungguh terhadap setiap perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi”, kata Kasad.
Konflik horizontal yang pernah terjadi di wilayah ini beberapa waktu yang lalu, menurut Kasad hendaknya dapat dijadikan pengalaman dalam melaksanakan tugas-tugas ke depan, sehingga kondisi kondusif di wilayah Maluku dan Maluku Utara dapat terus terpelihara dan terjaga dengan baik. Kasad mengajak semua komponen masyarakat Maluku dan Maluku Utara bekerjasama, dalam mewaspadai, mengantisipasi dan mencegah berbagai kemungkinan yang terjadi. “Bangun terus sinergitas antar berbagai komponen bangsa, sebagai modal yang sangat kuat dalam melaksanakan pembangunan dan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan”, tambah Kasad.

Jenderal TNI George Toisutta mengingatkan, keberadaan monumen perdamaian di wilayah ini yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu, akan memiliki arti dan bermanfaat, apabila semua dapat menjaga simbol perdamaian itu dan mengimplementasikan makna yang terkandung didalamnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat. “Untuk itu, mari kita bergandeng tangan dan bekerja keras, untuk berkarya demi terwujudnya kemajuan, keadilan, kedamaian, kerukunan dan kesejahteraan masyarakat Maluku khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya. Pelihara spirit Pela Gandong yang menjadi kebanggaan masyarakat Maluku, dari dulu hingga sekarang”, ajak Kasad. (Dispenad) sumber http://www.tniad.mil.id

SERTIJAB 28-31 JANUARI 2010

WAKASAD PIMPIN SERTIJAB KADISPENAD SERTA DANPUSINTELAD
29 Januari 2010
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Johanes Suryo Prabowo melantik Brigjen TNI S. Widjonarko, S.Sos., M.M., sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) yang baru menggantikan Brigjen TNI Drs. Christian Zebua, M.M., dan melantik Kolonel Inf Ibrahim Saleh sebagai Komandan Pusat Intelijen Angkatan Darat (Danpusintelad) yang baru menggantikan Brigjen TNI Ngakan Gede Sugiartha, di Mabesad, Jakarta, Jumat (29/1).
Brigjen TNI S. Widjonarko sebelumnya menjabat Staf Khusus Kasad, sedangkan Brigjen TNI Drs. Christian Zebua, M.M., mendapat tugas baru sebagai Waaslog Kasad. Sementara itu Kolonel Inf Ibrahim Saleh sebelumnya Pamen Mabesad, sedangkan Brigjen TNI Ngakan Gede Sugiartha mendapat tugas baru sebagai Kaposwil Jateng BIN.

Kasad Jenderal TNI George Toisutta, dalam sambutan tertulisnya mengatakan, Dispenad sebagai satuan yang berperan sebagai ujung tombak keberadaan Angkatan Darat, dituntut memposisikan sebagai Public Relation yang dapat dipercaya dalam mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pimpinan dan kegiatan lain yang dilaksanakan oleh satuan Angkatan Darat kepada seluruh lapisan masyarakat. Oleh karenanya, insan Penerangan harus memahami teknologi informasi, memiliki wawasan pengetahuan yang luas, dan mampu membaca perkembangan situasi, sehingga tidak ketinggalan informasi.
Kasad menekankan agar Dispenad, memahami dan menguasai tugas dengan baik, mengasah terus kemampuan melalui belajar dan berlatih, agar mampu melaksanakan tugas secara profesional dan proporsional. “Pedomani Undang-Undang Pers, Undang-Undang Penyiaran, Undang-Undang Kebebasan Memperoleh Informasi Publik dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika, serta aturan-aturan lain yang terkait dengan tugas-tugas penerangan”, tegas Kasad.

Kepada Pusintelad, yang bertugas pokok membantu Kepala Staf Angkatan Darat dalam menyelenggarakan pembinaan fungsi intelijen dan pengamanan tubuh Angkatan Darat, Kasad mengatakan, Pusintelad dalam melaksanakan pembinaan fungsinya, agar menyelenggarakan dengan perencanaan yang matang, merumuskan masalah yang tepat dan menyusun kebijaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Kasad, untuk meningkatkan kemampuan intelijen, agar terus dilakukan pendidikan, latihan dan penataran secara bertahap, bertingkat dan berlanjut, baik terpusat maupun tersebar, sebagai salah satu faktor untuk meraih keberhasilan dalam pelaksanaan tugas. “Hal ini dilakukan agar setiap prajurit mampu mengembangkan naluri intelijen secara tajam dalam mendeteksi dini permasalahan di lapangan, sehingga pelaksanaan tugas yang diberikan satuan dapat tercapai secara optimal”, tambah Kasad. (Dispenad)

DANREM 161/WIRA SAKTI PIMPIN KORPS RAPORT PINDAH SATUAN
28 Januari 2010
Bertempat di Makorem 161/WS Kupang, empat orang perwira Abit Selapa Tahun 2009 asal satuan jajaran Korem 161/WS melaksanakan Korp Raport untuk pindah satuan baru yakni Mayor Infanteri Dhelfianus yang mendapat jabatan sebagai Pabung Kodim 0304/Agam Korem 032/Wira Braja Kodam I/Bukit Barisan, Kapten Infanteri Daniel Baktiar yang mendapat jabatan sebagai Pasi Binkanwil Korem 041/Gamas Kodam II/Sriwijaya, Kapten Infanteri Banani yang mendapat jabatan sebagai Kepala Minvetcad VI/17 Rantau Babinminvetcad Kodam VI/Tanjungpura dan Kapten Chb Dheni Setyo Anggoro yang mendapat jabatan sebagai Wadanden Kombekharstal Hub Kostrad.
Acara yang dihadiri Kepala Staf beserta para Kasi Korem, Para Dan/Ka/Pa Satuan jajaran Korem 161/WS, Ketua beserta Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Korem 161 PD IX/Udayana dan undangan lainnya berlangsung dengan khidmat.

Dalam amanatnya Komandan Korem 161/WS Kolonel Inf Dody Usodo Hargo S., S.IP., menegaskan bahwa Pengangkatan dan penempatan dalam jabatan serta pindah satuan merupakan hal yang biasa terjadi dalam organisasi di lingkungan TNI Angkatan Darat pada umumnya dan Korem 161/WS Kodam IX/Udayana pada khususnya.
Hal ini adalah bagian dari pembinaan personel guna memotivasi peningkatan kinerja dan prestasi bagi yang bersangkutan, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari mekanisme organisasi, demi pengembangan dan pencapaian tugas pokok TNI Angkatan Darat yang lebih berhasil dan berdaya guna, serta memberikan suasana kerja yang baru.

Harus disadari bahwa apapun dan dimanapun Jabatan dan tempat tugas baru yang dipercayakan kepada saudara sekalian bukanlah sebuah hadiah, namun merupakan suatu kepercayaan dan kehormatan dari Komando atas dan juga sebagai Anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki nilai tanggung jawab moral yang amat besar dan wajib dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, loyalitas, dedikasi serta semangat pengabdian yang tinggi sebagai seorang Perwira di jajaran TNI Angkatan Darat.
Diakhir kegiatan, Danrem 161/WS yang didampingi Ibu Ketua Persit Ny. Sari Dody Hargo memberikan cinderamata berupa plakat Korem, Piagam Penghargaan atas dedikasi dan pengabdian di satuan jajaran Korem 161/WS serta ucapan selamat kepada Perwira Abit Selapa Tahun 2009 yang pindah satuan dan diikuti seluruh tamu/undangan yang menghadiri acara tersebut. (Penrem 161/Dispenad)

SERTIJAB 25-27 JANUARI 2010



SERTIJAB KABAIS TNI
27 Januari 2010
Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso bertindak sebagai Inspektur Upacara pada serah terima jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI dari Mayjen TNI Syafniel Armen, S.IP, SH., M.Sc., kepada Mayjen TNI Anshory Tadjudin sesuai Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/43/I/2010 tanggal 13 Januari 2010, di Mako Bais TNI Kalibata Jakarta Selatan, Rabu (27/01/2010). Mayjen TNI Syafniel Armen, S.IP, SH., M.Sc., selanjutnya akan memasuki masa pensiun, sedangkan Kabais TNI yang baru Mayjen TNI Anshory Tadjudin sebelumnya menjabat Asintel Panglima TNI.
Dalam sambutannya Panglima TNI menyatakan bahwa serah terima jabatan ini sebagai sarana untuk memelihara dinamika dan meningkatkan kinerja organisasi serta memastikan berlangsungnya kaderisasi kepemimpinan dalam tubuh TNI. Jabatan yang diserahterimakan ini, bukan sekedar penghargaan atau pengakuan, tetapi merupakan amanah dari institusi TNI, bangsa dan Negara.
Jabatan sebagai pengakuan atau penghargaan, memiliki dimensi struktural sebagai lambang kepercayaan, atas tugas dan kompetensi yang dipercayakan. Sedangkan sebagai amanah, jabatan memiliki dimensi moral yang mencerminkan tanggung jawab yang lebih besar dan dalam lagi, pesan moral terpenting dari setiap amanah tersebut adalah tanggung jawab yang mesti ditunaikan dengan lunas, baik kepada diri sendiri, keluarga dan organisasi TNI, maupun kepada bangsa dan negara, serta lebih utama kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang kelak dipertanggungjawabkan di akhirat di hadapan Sang Khaliq, tegas Panglima TNI.
Lebih lanjut Panglima TNI juga menyebutkan Bais TNI bertugas pokok menyelenggarakan kegiatan dan operasi intelijen strategis serta pembinaan kekuatan dan kemampuan intelijen strategis dalam mendukung tugas pokok TNI sesuai amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004. Tuntutan tugas Bais TNI tersebut akan semakin berat, terutama jika dikaitkan dengan spektrum ancaman yang sangat luas dewasa ini, baik yang berasal dari ancaman tradisional maupun non-tradisional. Namun demikian Bais TNI tetap dituntut dapat menjadi institusi terdepan dalam menyiapkan Intelijen Strategis, dan sebagai ujung tombak pimpinan TNI dalam melaksanakan deteksi dan cegah dini terhadap segala ancaman dan gangguan NKRI.
Karena itu tidak ada pilihan lain bagi Bais TNI untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan profesionalitas fungsi intelijen, Bais juga dituntut untuk dapat berkoordinasi dengan komunitas intelijen (Intelligence Community) baik dengan Badan Intelijen Angkatan dan Kotama, maupun Badan Intelijen diluar TNI.
Disamping itu Panglima TNI juga berharap dan menekankan agar memelihara dan meningkatkan kemampuan intelijen strategis secara terpadu dan terus-menerus untuk mewujudkan kemampuan deteksi dan cegah dini secara tepat dan akurat, sempurnakan terus prosedur dan mekanisme kerja di lingkungan TNI, melalui koordinasi yang kuat antara unsur-unsur intelijen, pemantapan organisasi, peningkatan kemampuan personel dan modernisasi alat peralatan intelijen yang terintregrasi antar matra.
Hadir dalam acara tersebut Kasum TNI Laksdya TNI Didik Heru Purnomo, Irjen TNI Letjen TNI Liliek AS. Sumaryo, Dansesko TNI Marsdya TNI Edy Harjoko dan para Asisten Panglima TNI antara lain Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Rasyaid Qurnuen Aquary, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Supiadin AS., Kapuspen TNI Marsda TNI Sagom Tamboen, S.IP, serta Wakabais TNI Marsda TNI Tengku Johan. Sumber http://www.tni.mil.id


KASDAM IV/DIPONEGORO PIMPIN SERTIJAB KATOPDAM DAN KAJASDAM
26 Januari 2010
Warga baru Kodam IV/Diponegoro harus segera beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi Kodam IV/Diponegoro, dan juga diharapkan mengerti dan memahami secara benar segala yang berkaitan dengan Kodam IV/Diponegoro. Mulai dari sejarah, jati diri sampai dengan masalah kebijakan pimpinan, sehingga dalam berpikir, bersikap dan bertindak selalu sejalan dengan garis komando yang bermuara pada keberhasilan tugas pokok dan pemeliharaan citra Kodam IV/Diponegoro.

Demikian disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Budiman dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Langgeng Sulistiyono pada acara tradisi penerimaan prajurit Kodam IV/Diponegoro di Aula Makodam, Watugong Semarang (26/1). Dua orang anggota Kodam IV/Diponegoro yang baru yaitu Letkol Inf Drs. Waluyo yang menjabat Kajasdam IV/Diponegoro dan Letkol Ctp Drs. Imam Asyirudin sebagai Katopdam IV/Diponegoro yang baru. Acara tradisi penerimaan prajurit ini merupakan rangkaian acara sertijab Kajasdam dan Katopdam IV/Diponegoro sekaligus acara pelepasan prajurit Kodam IV/Diponegoro.
Pergantian pejabat di lingkungan Kodam IV/Diponegoro dimaksudkan untuk memberikan penyegaran agar suatu organisasi dapat berfungsi secara dinamis dan hal ini juga merupakan bagian dari kepentingan pembinaan satuan yang diselaraskan dengan pembinaan personel bagi upaya pencapaian optimalisasi tugas pokok Kodam IV/Diponegoro. Diharapkan pula sertijab dapat membawa manfaat bagi para Perwira yang bersangkutan dan membawa suasana baru yang kondusif bagi pelaksanaan tugas di satuan masing-masing dan Kodam IV/Diponegoro.

“Semoga kepercayaan ini disyukuri dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab yang akan membawa manfaat bagi pencapaian tugas pokok Kodam IV/Diponegoro. Hendaknya semua keberhasilan yang telah dicapai oleh para pimpinan terdahulu dapat diteruskan dan lebih ditingkatkan lagi, khususnya dalam membina dan menyiapkan satuan-satuan ini untuk mampu tampil optimal mendukung pelaksanaan tugas pokok dan tugas-tugas Kodam IV/Diponegoro ke depan”, pesan Panglima kepada para pejabat baru.
Pangdam juga menambahkan, bahwa sebagai salah satu upaya komando dalam menyalurkan energi baru dan segar kepada Jasdam dan Topdam, pergantian pimpinan kali ini hendaknya benar-benar akan dapat mengantarkan kedua satuan ini menjadi organisasi yang mampu menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.

Jasdam IV/Diponegoro hendaknya mulai memberikan asistensi yang tepat terhadap format pembinaan jasmani militer yang diperlukan oleh prajurit-prajurit Kodam IV/Diponegoro dengan spesifikasi tugas-tugas yang dihadapinya. Pembinaan jasmani militer selama ini cenderung belum sepenuhnya menjawab kebutuhan yang diperlukan dan tentunya tidak diharapkan pembinaan jasmani yang salah akan menjadikan para prajurit mengalami gangguan atau penderitaan fisik di masa tuanya.

Sedangkan dalam konteks pelaksanaan seleksi jasmani militer untuk kepentingan pendidikan, promosi jabatan maupun rekrutmen hendaknya dilakukan secara obyektif dan didasarkan pada moralitas yang tinggi. Pelaksanaan seleksi yang tidak obyektif akan berdampak pada munculnya personel-personel yang tidak cakap dalam melaksanakan peran dan tugasnya, sehingga akan membahayakan keberadaan TNI AD di masa yang akan datang.
Selanjutnya Pangdam mengingatkan kembali bahwa Topdam IV/Diponegoro berperan sebagai pendukung tugas pokok Kodam IV/Diponegoro dalam tahap perencanaan, persiapan, maupun dalam tahap pelaksanaan tugas dan kegiatan-kegiatan Kodam IV/Diponegoro, karena fungsi dan peranan Topdam IV/Diponegoro erat kaitannya dengan penyiapan dan pembuatan peta-peta daerah latihan.

Selain itu juga perlu diwaspadai perkembangan dan perubahan bentuk prasarana yang ada di atas medan sebagai akibat dari pembangunan. Jika hal itu tidak atau terlambat diantisipasi maka Kodam IV/Diponegoro akan ketinggalan data dan informasi topografi terkini, dan hal itu sangat merugikan dan berbahaya, khususnya dalam pengambilan keputusan. Diharapkan Topdam IV/Diponegoro senantiasa memelihara dan meningkatkan kapasitas dan sumber daya yang dimiliki dengan sebaik-baiknya, peka dan fleksibel dalam memberikan pelayanan teknis sesuai kebutuhan dan tuntutan tugas Kodam IV/Diponegoro yang semakin kompleks dan tidak ringan.
Selanjutnya juga perlu diketahui pejabat Kajasdam IV/Diponegoro yang lama, Letkol Inf Drs. Suhartono akan melaksanakan tugas baru selaku Kadepjas Pusdikif Pussenif Kodiklat TNI AD, sedangkan Letkol Ctp Drs. Muh Giyanto yang sebelumnya menjabat Katopdam IV/Diponegoro akan memangku jabatan baru sebagai Kadep Gefi Pusdiktop Kodiklat TNI AD. (Drs. Zaenal M., M.Si./Pendam 4/Dispenad)


BRIGJEN TNI WARIS KASDAM JAYA/JAYAKARTA
25 Januari 2010
Brigadir Jenderal TNI Waris yang saat ini menjabat Staf Ahli Kasad, sesuai dengan Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep / 7 / I / 2010 tanggal 11 Januari 2010 akan menjabat sebagai Kepala Staf Kodam Jaya/Jayakarta yang bermarkas di Jl. Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan Jakarta Timur. Senin (25/01).

Brigadir Jenderal TNI Waris menjabat sebagai Staf Ahli Kasad mulai tahun 2009. Lulusan Akabri Tahun 1981 ini selama kariernya pernah bertugas di beberapa satuan dengan jabatan yang cukup strategis seperti Wadan Yonif 507/BS Kodam V/Brw, Kasdim 0809/Kediri Rem 082/CPY, Danyonif 315/Rem 061/SK Dam III/Slw, Dansatprot Paspampres, Dansatpam Grup Paspampres, Danyon Pam Grup B Paspampres, Dandim 0814/Rem 082 Kodam V/Brw, Wadan Grup B Paspampres, Wadan Grup A Paspampres, Danbrigif 13/1 Kostrad, Komandan Mensis Secapa, Asops Kasdam IM, Danrindam II/Swj, Irkostrad, Kasdivif 1 Kostrad.
Brigadir Jenderal TNI Waris dilahirkan di Malang pada tanggal 12 Desember 1957 dengan pendidikan umum SMA. Sedangkan pendidikan militer dimulai dari Akabri, Susarcab, Suspatih Inf, Suslapa Inf, Seskoad, Susdandim, Susdanrem, Seskogab, Susstrat Perang Semesta dan Lemhanas RI. Mempunyai seorang istri bernama Sri Sunaeni dan telah dikaruniai 2 anak.

Pangalaman Tugas keluar negeri yang telah dilaksanakan adalah Kamboja tahun 1997, Vietnam tahun 1999, Laos tahun 1999, Malaysia tahun 1999, Filiphina tahun 1999, Belanda tahun 2000, Belgia tahun 2000, India tahun 2000, Thailand tahun 2000, Singapura tahun 2001, Austria tahun 2009, Dubai tahun 2009 dan tanda jasa yang dimiliki adalah SL Seroja Ulangan I, SL Kesetiaan VIII, XVI, SL Dwija Sistha, SL GOM VII (Aceh), SL Darma Nusa, SL Kebaktian Sosial, SL Bhakti dan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya. Sumber http://www.tni.mil.id